Kampoeng Heritage Kajoetangan merupakan destinasi wisata sejarah unggulan yang terletak tepat di jantung pusat Kota Malang. Kawasan cagar budaya ini menawarkan perpaduan atmosfer unik antara pemukiman kuno peninggalan abad ke-13 dengan jejak arsitektur kolonial Belanda yang megah. Berkat keunikannya, perkampungan yang berada di Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen ini pernah dinobatkan sebagai salah satu dari 75 desa wisata terbaik di Indonesia.

Daya Tarik Utama Kampoeng Heritage Kajoetangan

  • Bangunan Kuno dan Rumah Bersejarah: Pengunjung dapat menyusuri lorong-lorong gang perkampungan yang menyimpan deretan rumah antik berarsitektur klasik. Beberapa spot ikonik yang wajib dikunjungi antara lain:

    • Rumah 1870: Rumah tertua di kawasan ini yang memiliki ciri khas ornamen kayu bergaya Betawi.

    • Rumah Namsin: Bangunan dengan gaya arsitektur jengki atau Nieuwe Bouwen yang populer pada masanya.

    • Rumah Cerobong: Rumah unik yang memiliki struktur cerobong asap peninggalan kolonial.

    • Rumah Ningrat: Bangunan dengan interior dan eksterior mewah ala bangsawan tempo dulu.

  • Spot Foto dan Mural Estetik: Dinding-dinding rumah warga dan sudut kampung dihiasi dengan mural kreatif yang artistik—seperti mural ikonik Bank Indonesia—berpadu apik dengan dekorasi lampu jalan antik bergaya tempo doeloe.

  • Wisata Kuliner Lawas: Di dalam perkampungan terdapat berbagai gerai UMKM kuliner lokal legendaris yang siap memanjakan lidah, mulai dari jajan pasar dan kue tradisional di Kedai Mak Ifah, segarnya Es Podjok, hingga menyeruput kopi tradisional di Kopi Hamur Mbah Ndut.

  • Situs Religi Bersejarah: Kawasan ini juga menjadi rumah bagi situs spiritual penting, yaitu Makam Mbah Honggo (tokoh penyebar agama Islam keturunan Kerajaan Majapahit) serta bangunan Gereja Hati Kudus Jesus yang berdiri megah sejak era kolonial.