Candi Arjuna dan Kawah Sikidang merupakan duo ikon wisata paling legendaris yang terletak di jantung kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Kedua destinasi populer ini menyuguhkan perpaduan sempurna dan kontras yang menarik, mulai dari warisan sejarah peradaban Hindu kuno hingga keajaiban fenomena geologi vulkanik aktif yang memukau.

1. Kompleks Candi Arjuna: Situs Suci Tertua di Tanah Jawa

Situs bersejarah ini merupakan salah satu kompleks percandian Hindu tertua yang berdiri kokoh di Pulau Jawa, dibangun pada masa Wangsa Sanjaya dari Kerajaan Mataram Kuno sekitar abad ke-8 Masehi.

  • Situs Budaya Bersejarah: Kompleks ini memiliki lima bangunan candi utama yang berdiri dalam satu pelataran, yaitu Candi Arjuna sebagai candi utama, yang didampingi oleh Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra.

  • Fenomena Embun Upas: Pada musim kemarau (puncak suhu dingin), kawasan sekitar candi kerap menjadi lokasi terbaik untuk menyaksikan fenomena unik Embun Upas, yaitu lapisan kristal es tipis yang menutupi permukaan rumput ketika suhu Dieng menyentuh titik beku.

  • Atmosfer Religius dan Sejuk: Bangunan candi dikelilingi oleh area rumput yang bersih, berpadu dengan udara pegunungan yang sangat sejuk, menawarkan ketenangan spiritual tersendiri terutama jika dikunjungi pada pagi hari.

2. Kawah Sikidang: Geopark Vulkanik Aktif yang Ikonik

Bergeser tidak jauh dari kompleks candi, terdapat kawasan wisata geologi aktif berskala besar yang menawarkan pemandangan langsung aktivitas perut bumi dari jarak dekat.

  • Asal-Usul Nama Kawah: Dinamai “Sikidang” (yang merujuk pada hewan kijang dalam bahasa Jawa) karena karakter titik semburan lumpur panas utamanya yang sering berpindah-pindah atau melompat dari satu lubang ke lubang lainnya, menyerupai gerak-gerik seekor kijang.

  • Jembatan Kayu Estetik: Kawasan kawah kini telah dilengkapi dengan fasilitas jembatan atau dermaga kayu panjang yang tertata rapi, memberikan jalur berjalan kaki yang aman sekaligus menjadi spot foto estetik di atas area kepulan uap belerang.

  • Tips Keamanan Pengunjung: Mengingat statusnya sebagai kawah aktif, pengunjung sangat disarankan untuk mengenakan masker penutup pernapasan guna menghindari aroma gas belerang yang menyengat, serta dilarang keras menyalakan api di sekitar area semburan gas.